BRIN dan RIIM Kompetisi 2026:
Program Pendanaan Riset bagi Peneliti di Indonesia
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) adalah lembaga pemerintah yang memiliki wewenang untuk menyelenggarakan kegiatan penelitian di Indonesia. BRIN dibentuk dengan menggabungkan berbagai instansi penelitian terdahulu, yakni LIPI, BPPT, BATAN, LAPAN, serta unit-unit penelitian lain yang sebelumnya sudah berada di lingkungan kementerian. Penggabungan ini bertujuan untuk menyatukan sumber dana dan juga keahlian agar riset nasional menjadi lebih terkoordinir serta efektif.
Sebagai salah satu lembaga penyelenggara pendanaan, BRIN menawarkan berbagai skema, termasuk program kolaboratif yang didanai bersama. Program ini dirancang untuk mempercepat pertukaran pengetahuan dan keterampilan melalui kerja sama riset. Selain itu, BRIN juga berfokus menambah nilai dari sumber daya lokal serta melindungi keanekaragaman hayati, kondisi geografis, dan juga budaya setempat. Semua ini sejalan dengan upaya untuk meningkatkan keterlibatan di tingkat nasional serta kerja sama dengan pihak internasional.
Dukungan pendanaan yang disediakan oleh BRIN diwujudkan melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi. Program ini merupakan hasil kerja sama antara BRIN dan LPDP yang memanfaatkan dana abadi penelitian untuk mendukung kegiatan riset serta inovasi di Indonesia. Melalui RIIM Kompetisi, para peneliti dan lembaga riset dapat memperoleh pendanaan untuk mengembangkan penelitian yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan serta pembangunan nasional.
Pendanaan riset yang tersedia mencakup bidang pangan, kesehatan, energi, antariksa, lingkungan, elektronika, maritim, sosial, dan humaniora. Di sisi lain, terdapat beberapa jenis penelitian yang tidak termasuk ke dalam cakupan pendanaan, seperti riset terkait sawit, riset klinis, uji mutu, riset aksi, survei, serta penelitian kebijakan.
Guna memperoleh pendanaan RIIM Kompetisi, pengusul harus memenuhi sejumlah persyaratan. Ketua tim peneliti wajib memiliki kualifikasi pendidikan minimal S3, mempunyai rekam jejak yang sesuai dengan tema penelitian yang diajukan, dan tidak sedang menerima sanksi dari BRIN ataupun LPDP. Persyaratan ini diterapkan untuk memastikan kualitas penelitian serta kapasitas tim peneliti dalam melaksanakan riset yang didanai.
Melalui dukungan pendanaan yang diberikan, RIIM Kompetisi menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat ekosistem riset nasional. Program ini tidak hanya mendukung adanya pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan dan juga meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Calon pengusul yang memerlukan informasi lebih lengkap mengenai RIIM Kompetisi 2026 dapat membaca artikel informatif pada laman web berikut: https://brin.go.id/news/128002/brin-lpdp-buka-riim-kompetisi-2026-ajak-periset-manfaatkan-dana-abadi-penelitian.
Sumber Rujukan:
- BRIN. (2026). BRIN-LPDP Buka RIIM Kompetisi 2026, Ajak Periset Manfaatkan Dana Abadi Penelitian. (diakses dari: https://brin.go.id/news/128002/brin-lpdp-buka-riim-kompetisi-2026-ajak-periset-manfaatkan-dana-abadi-penelitian).
- Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat. (2026). Penyampaian Informasi Skema Penerimaan Proposal RIIM Kompetisi 2026. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. (diakses dari: https://www.its.ac.id/drpm/penyampaian-informasi-skema-penerimaan-proposal-riim-kompetisi-2026/).
- Universitas Indonesia. (2025). Informasi Hibah. (diakses dari: https://labsosio.ui.ac.id/koneksi/index.php/tentang-kami/informasi-hibah/).