Panduan Praktis Menyusun Pertanyaan Penelitian
Menentukan pertanyaan penelitian yang tepat merupakan langkah awal yang krusial dalam sebuah riset. Pertanyaan penelitian tidak hanya menjadi fondasi bagi keseluruhan proses penulisan riset, tetapi juga berfungsi sebagai panduan untuk mengarahkan fokus, metode, dan juga analisis sehingga tujuan penelitian dapat tercapai dengan efektif.
Pertanyaan penelitian menjadi salah satu landasan yang dapat membantu para peneliti untuk memandu seluruh proses riset. Sejatinya, pertanyaan penelitian dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori yang berbeda tergantung pada jenis penelitian yang akan dilakukan, seperti kualitatif, kuantitatif, atau campuran.
Dalam memahami pentingnya pertanyaan penelitian, langkah berikutnya yang perlu dilakukan oleh peneliti adalah mengidentifikasi research gap dengan mencermati apakah terdapat celah kosong atau masalah dalam penelitian terdahulu yang belum terjawab.
Setelah mendeteksi adanya kekosongan dalam penelitian terdahulu, peneliti juga perlu merumuskan novelty atau kebaruan yang ditawarkan untuk mengisi celah tersebut. Kebaruan ini bertujuan untuk memberikan perspektif baru yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya, sehingga memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Menyadari betapa pentingnya menemukan research gap serta novelty dalam penelitian dapat berpengaruh pada penyusunan pertanyaan penelitian yang tepat, sebab pada akhirnya hal ini akan menentukan paradigma dan arah riset secara keseluruhan. Pemahaman yang mendalam tentang research gap serta novelty menjadi hal yang esensial karena kedua aspek tersebut menjadi dasar dalam penyusunan pertanyaan penelitian yang relevan.
Lantas, mengapa pertanyaan penelitian begitu penting untuk dibuat sebelum melakukan riset? Pertanyaan penelitian memainkan peran yang sangat penting dalam proses penelitian, lantaran daftar pertanyaan tersebut nantinya akan berpengaruh kepada paradigma sebuah riset.
Cara terbaik untuk membuat pertanyaan penelitian adalah dengan menemukan topik yang ingin diteliti dimulai dari bertanya kepada diri sendiri “saya ingin menulis riset tentang apa?” sebagai tahap awal.
Sebelum menelaah lebih jauh lagi, perlu diketahui apa tujuan dari pembuatan pertanyaan penelitian, yaitu:
- Menyusun arah penelitian.
- Melakukan pembatasan cakupan penelitian supaya lebih terfokus.
- Sebagai bentuk bantuan bagi peneliti dalam menentukan metode serta teknik analisis yang sesuai.
Berikut ini adalah 5 strategi yang dapat diaplikasikan oleh para peneliti saat menyusun pertanyaan penelitian:
- Memiliki Tujuan yang Jelas – Pertanyaan penelitian tidak boleh berlandaskan pada penyelidikan yang tidak terarah. Dalam merancang sebuah studi, harus memiliki tujuan yang jelas, seperti bertujuan untuk menjawab pertanyaan yang spesifik.
- Spesifik dan Jelas – Buat pertanyaan penelitian dan hipotesis yang sangat spesifik. Pertanyaan penelitian harus dibuat dengan jelas serta didasari oleh hipotesis yang spesifik. Secara umum, pertanyaan yang terkesan ‘ambigu’ cenderung sulit untuk dijawab karena kompleksitasnya.
- Mengidentifikasi Kekosongan yang Tepat – Menyoroti kekurangan atau kekosongan dalam literatur yang sudah ada sebelumnya, namun kekurangan maupun kekosongan tersebut tidak boleh terlalu besar sehingga penelitiannya menjadi tidak mungkin untuk dilakukan dan tidak boleh terlalu kecil sehingga penelitiannya menjadi tidak berarti.
- Memuat Kebaruan – Perkembangan ilmu pengetahuan bergantung pada inovasi. Oleh karena itu, para peneliti perlu terpapar oleh berbagai sumber informasi yang terkait maupun yang tidak terkait dengan topik yang menjadi minatnya. Penting untuk diketahui bahwa para peneliti juga perlu menjelajahi berbagai sudut pandang dari topik penelitian yang berasal dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda. Hal ini memungkinkan untuk menghasilkan ide serta hipotesis baru.
- Pertanyaan yang Dapat Terjawab – Rumuskan pertanyaan penelitian yang dapat terjawab selama melakukan riset. Para peneliti harus mempertimbangkan hambatan untuk menguji pertanyaan penelitian yang telah dibuat.
Pertanyaan penelitian merupakan salah satu elemen kunci yang sangat menentukan kesuksesan sebuah riset. Dengan merumuskan pertanyaan penelitian yang tepat, maka akan memudahkan para peneliti dalam menjalankan riset yang lebih terfokus dan efektif, sehingga tujuan penelitian akan tercapai dengan baik.
Sumber Rujukan:
- ATLAS.ti. The Ultimate Guide to Qualitative Research – Part 1: The Basics. (diakses dari: https://atlasti.com/guides/qualitative-research-guide-part-1/research-question).
- Bouchrika, I. How to Write a Research Question for 2025: Types, Steps, and Examples. (diakses dari: https://research.com/research/how-to-write-a-research-question).
- Handoko, B. Perbedaan Problem Formulation dengan Research Question. (diakses dari: https://accounting.binus.ac.id/2025/01/31/perbedaan-problem-formulation-dengan-research-question/).
- Mendes et al. (2020). Ten strategies to formulate a strong research question. PPCR Journal, 6(2), 21-24.
- Muszynski, M. (2023). Research Questions. San José State University Writing Center.
- Southern New Hampshire University. (2025). FAQ: What is a research gap and how do I find one?. (diakses dari: https://libanswers.snhu.edu/faq/264001).
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (2024). Apa Perbedaan antara Research Gap dan Novelty?. (diakses dari: https://library.umy.ac.id/apa-perbedaan-antara-research-gap-dan-novelty/).