Research Gap: Cari Celah, Temukan Kebaruan dalam Penelitian
Dalam proses penelitian, memahami konsep dasar mengenai research gap menjadi hal penting untuk membantu peneliti menghasilkan riset yang relevan dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Kesenjangan penelitian atau research gap adalah masalah, pertanyaan, atau topik yang belum mendapatkan jawaban yang memadai dari penelitian sebelumnya dalam suatu bidang ilmu. Kondisi ini dapat muncul karena adanya konsep, teori, atau gagasan baru yang belum pernah diteliti. Selain itu, kesenjangan juga dapat terjadi ketika hasil penelitian yang sudah ada tidak lagi sepenuhnya sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga diperlukan kajian terbaru untuk memperbarui atau mengembangkan temuan sebelumnya.
Celah dalam penelitian juga dapat ditemukan pada kelompok atau populasi tertentu yang masih kurang mendapatkan perhatian dalam kajian ilmiah. Selain itu, identifikasi research gap penting untuk dilakukan karena dapat membantu peneliti menentukan arah serta fokus penelitian. Dengan mengetahui bagian yang belum terjawab atau belum dipahami secara menyeluruh, peneliti dapat merumuskan masalah penelitian yang lebih relevan dan menghasilkan temuan yang memiliki unsur kebaruan.
Guna memahami berbagai bentuk dari research gap dengan lebih sistematis, Miles (2017) mengembangkan model research gap dengan menggabungkan dua model sebelumnya. Model tersebut menjelaskan tujuh jenis kesenjangan penelitian yang dapat digunakan peneliti untuk menemukan peluang penelitian, yaitu sebagai berikut:
- Evidence Gap (Kesenjangan Bukti)
Terjadi ketika beberapa penelitian menghasilkan temuan yang berbeda atau bertentangan terhadap suatu topik. Kondisi ini menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memperoleh bukti yang lebih kuat, sehingga mampu menjelaskan perbedaan hasil tersebut. - Knowledge Gap (Kesenjangan Pengetahuan)
Muncul saat informasi atau pemahaman mengenai suatu topik masih terbatas. Kesenjangan ini dapat menjadi dasar untuk dilakukan eksplorasi lebih lanjut tentang aspek yang belum banyak diteliti. - Practical-Knowledge Gap (Kesenjangan Pengetahuan dan Praktik)
Terjadi ketika hasil penelitian belum diterapkan atau tidak sesuai dengan praktik di lapangan. Jenis research gap ini banyak ditemukan dalam penelitian yang menghubungkan teori dengan kondisi nyata. - Methodology Gap (Kesenjangan Metodologi)
Muncul saat metode yang digunakan dalam penelitian sebelumnya belum mampu menggali suatu permasalahan secara optimal. Oleh karena itu, penggunaan metode lain diharapkan dapat memberikan sudut pandang yang lebih lengkap. - Empirical Gap (Kesenjangan Empiris)
Terjadi ketika suatu teori atau asumsi belum didukung oleh bukti empiris yang memadai. Penelitian baru diperlukan untuk menguji apakah teori tersebut sesuai dengan kondisi nyata. - Theoretical Gap (Kesenjangan Teoretis)
Muncul saat teori atau model yang tersedia belum mampu menjelaskan suatu fenomena secara memadai. Kondisi ini dapat menjadi peluang untuk mengembangkan atau memperluas penerapan teori. - Population Gap (Kesenjangan Populasi)
Terjadi ketika kelompok atau karakteristik populasi tertentu belum banyak diteliti. Dampaknya, hasil penelitian terdahulu belum tentu mampu menggambarkan kondisi dari semua kelompok.

Pemahaman terhadap tujuh jenis research gap tersebut dapat membantu peneliti menemukan bagian yang belum banyak dikaji dalam penelitian sebelumnya. Hal ini juga memudahkan peneliti dalam menentukan fokus penelitian, merumuskan masalah, serta menemukan unsur kebaruan yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, kemampuan untuk menemukan dan menganalisis research gap menjadi salah satu langkah penting dalam menghasilkan penelitian yang relevan, memiliki nilai kebaruan, serta memberikan manfaat bagi bidang ilmu yang dikaji.
Sumber Rujukan:
- Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (2024). Apa Perbedaan antara Research Gap dan Novelty?. (diakses dari: https://library.umy.ac.id/apa-perbedaan-antara-research-gap-dan-novelty/).
- Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (2024). Tujuh Jenis Research Gap untuk Membangun Penelitian yang Relevan dan Berdampak. (diakses dari: https://library.umy.ac.id/menggali-7-research-gaps-untuk-membangun-penelitian-yang-relevan-dan-berdampak/).
- Southern New Hampshire University. (2026). FAQ: What is a research gap and how do I find one?. (diakses dari: https://libanswers.snhu.edu/faq/264001).

